Red Campred Inspiration

Red Campred Inspiration
Tampilkan postingan dengan label Salam Waras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salam Waras. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

KaSiaT Buah Dan SAYUR Menurut WARNANYA.....


 VITAMIN DALAM BUAH
 .
.
Buah Apakah yang selama ini biasa Anda konsumsi?
Tahukah Anda? ternyata setiap warna buah dan sayuran yang Anda konsumsi, Secara tidak langsung telah menandakan manfaat dari buah tersebut??

Berikut ini ulasan tentang khasiat buah menurut warnanya, selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Hijau
Buah dan sayur yang berwarna hijau mengandung sulfarophane, isothiocyanate dan indoles. Berfungsi untuk merangsang level pembuat komponen yang dapat memecah unsur kimiawi penyebab kanker. Semakin gelap warna hijau pada sayuran, makin banyak klorofil yang dikandungnya dan semakin besar pula kebutuhan untuk perlindungan antioksidan. Seperti: brokoli, selada, bayam, bok choi, dan teh hijau. Menurut penelitian teh dapat memberi dorongan pada metabolisme tubuh karena teh mengandung polyphenol dan kafein, yang bersatu untuk membuka proses pembakaran lemak pada nilai kontrol yang berbeda.

Merah

Sayuran dan buah-buahan yang berwarna merah mengandung banyak pigmen yang berguna untuk melawan penyakit dan likopen, zat yang berperan menjaga kesehatan sel dan mampu mengurangi resiko kanker.
Seperti: tomat, strawberry, semangka, apel, cranberry, cherry, anggur merah, bit, dan paprika merah.
Sedangkan yang mengandung oksidan paling tinggi adalah strawberry, cranberry, cherry, anggur merah, bit, dan paprika merah.

 Orange
Ubi jalar, jeruk squash, wortel, blewah labu, persik, mangga, apricot dan pepaya adalah sebagian dari contoh buah dan sayur yang berwarna orange. Setiap porsi dari buah & sayur tersebut memberi banyak beta karoten alpha karoten, dimana beta karoten dapat menyehatkan tubuh dan alpha karoten dapat dengan efektif melawan kanker.Sedangkan setengah mangkok dari buah & sayur yang berwarna orange tersebut dapat mencukupi kebutuhan vitamin c dalam tubuh.

Kuning
Warna kuning pada sayuran dan buah-buahan menandakan kandungan vitamin C yang cukup banyak. Dimana vit.c diperlukan dalam tubuh untuk melindungi sel tubuh , mengandung potassium yang sangat baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi pembentukan plak di arteri, dan berfungsi sebagai pencahar alami.

Cokelat
Kebiasaan mengonsumsi bahan makanan berwarna coklat, ternyata dapat membantu membuang racun penyebab penyakit dalam tubuh. Seperti: roti, biji-bijian, sereal, granola, dan kacang-kacangan. Biji-bijian mengandung banyak vitamin B yang dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengubah kalori menjadi energi.

Biru dan ungu

Contoh sayur dan buah yang berwarna biru-ungu adalah terung, kismis dan anggur. Kandungan magnesium pada anggur dan kismis sangat diperlukan untuk pergerakan feses yang baik. Kulit anggur juga merupakan pencahar (laksatif) yang baik. Mengandung air cukup tinggi, sehingga dapat menambah cairan yang diperlukan tubuh. Sedangkan terung dapat menurunkan kadar kolesterol dan asam empedu di dalam usus dan mengantarnya keluar dari tubuh. Selain itu, terung juga mengandung pectin penurun kolesterol dalam jumlah cukup banyak.

Putih
Tahu, bawang putih, keju rendah lemak, yogurt, susu kedelai dan susu adalah contoh makanan yang berwarna putih, mengandung banyak flavonoid yang dapat membantu membran sel. Susu rendah lemak juga dapat mambantu daya kerja jantung sedangkan kalsium untuk membangun lemak dan menurunkan berat badan. Sehingga sangat bagus untuk tubuh.

Sangat menakjubkan bukan? Ternyata dari warnanya saja, kita sudah bisa mengatahui vitamin apa yang dikandung oleh buah tersebut.

Kamis, 12 Mei 2011

DIFTERI part IV

Upaya Pencegahan

DIFTERI

            Cara paling baik untuk pencegahan penyakit difteri adalah pemberian imunisasi aktif pada masa anak-anak secara komplit.
            Antigen difteri secara tunggal belum ada, biasanya pemberian vaksin difteri bersamaan dengan vaksin pertusis dan tetanus, seperti  diphteria-tetanus-pertusis vaccine (DTaP) untuk anak-anak  dan tetanus-diphteria vaccine (Td) untuk dewasa. Pemberian vaksin pada anak-anak adalah pada umur 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15-16 bulan, kemudian dilanjutkan dengan booster setiap 10 tahun.

Di negara berkembang difteri acap menjadi penyebab kematian pada anak-anak.Untungnya pada dekade terakhir telah dikembangkan pencegahan difteri melalui vaksinasi difteri (DPT) yang wajib diberikan pada anak-anak. Sayangnya  pada bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa kekebalan hanya dieroleh selama 10 tahun setelah imunisasi , sehingga orang dewasa sebaiknya menjalani vaksinasi booster (DT) setiap 10 tahun sekali. Pada waktu dewasa, perlu dilakukan anamnesis yang baik, apakah pasien lengkap mendapatkan imunisasi terhadap difteri.

Orang yang kontak erat dengan penderita difteri terutama yang tidak pernah / tidak sempurna mendapat imunisasi aktif, dianjurkan pemberian booster dan melengkapi pemberian vaksin. Kemudian diberika komprofiksasi yaitu penicillin procain 600.000 unt intramuskular per hari atau erythromycin 40mg/kg BB/hari, selama 7-10 hari.

Penderita sebaiknya dirawat di rumah sakit , di unit perawatan intensif. Ia akan diberi suntikan antioksidan dan mendapatkan pemantauan ketet terhadap sistem pernafasan dan jantung. Untuk melenyapkan basil diberikan antibiotik. Pemulihan difteri yang berat akan berlangsung perlahan. Biasanya anak tidak boleh terlalu bnayak bergerak karena kelelahan bisa melukai jantung yang meradang.

Bila tidak memungkinkan dilakukan pengawasan, sebaiknya diberikan anioksin difteri 10.000 unit intramuskular. 2 minggu sesudah pengobatan diberikan, dilakukan kultur untuk meyakinkan eradiksasi basil C.dyphtheriae.

Selain itu pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan : 1) mengurangi minum es karena minum minuman yang terlalu dingin secara berlebihan dapat mengiritasi tenggorokan dan tenggorokan tersa sakit; 2) menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan karena penyakit menular seperti difteri mudah menular dalam lingkungan yang buruk dengan tingkat senitasi yang rendah, oleh karena ituselain menjaga kebersihan diri kita juga perlu menjaga kebersihan lingkungan sekitar; 3) makanan yang kita konsumsi harus bersih dan jika kita membeli makanan di luar, pilihlah warung yang bersih; 4) jika terserang difteri,penderita segeralah mendapatkan penanganan dengan dirawat dengan baik untuk mempercepat kesembuhan dan supaya tidak menjadi sumber penularan.


DIFTERI part III

Diagnosis


Difteri


            Diagnosis dini sangat penting karena keterlambatan pemberian antitoksin sangat mempengaruhi prognosa penderita. Diagnosis harus segera ditegakkan berdasarkan gejala-gejala klinik tanpa menunggu hasil mikrobiologi.

            Adanya membran di tenggorokn sebenarnya tidak begitu spesifik untuk difteri, karena beberapa penyakit lain juga ditemukan membran. Tapi membran pada difteri agak berbeda dengan membran lain. Warna membran pada difteri lebih gelap dan lebih keabu-abuan disertai dengan lebih banyak fibrin dan melekat dengan mukosa dibawahnya. Bila diangkat akan terjadi pendarahan. Biasanya dimulai dari tonsil dan menyebar ke uvula.

            Untuk pemeriksaan bakteriologis, bahan yang diambil adalah membran itu sendiri atau bahan di bawah membran. Bahan diambil dlam Loffler Telluritedan media blood agar. Pemeriksaan laboratorium darah dan urin tidak ditemukan arti yang spesifik. Leukosit dapat meningkat atau normal, kadang-kadang dapt anemia, karena adanya hemolise sel-sel darah merah.


Shick Tes

            Shick Tes bertujuan untuk menentukan ada/tidaknya antibodi terhadap toksin dofteri. Tes kulit ini digunakan untuk menentuka status imunitas penderita. Tes ini tidak dapat berguna untuk diagnosis dini karena baru dapat dibaca beberapa hari, tetapi tes ini bergun untuk menentukan keretangan para dan diagnosis serta penatalaksanaan defisiensi kekebalan.

Epidemiologi DIFTERI Part II

Kriteria disebut KLB


PENYAKIT DIFTERI

KLB (Kejadian Luar Biasa) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.KLB merupakan salah satu kategori status wabah dalam peraturan yang berlaku di Indonesia yang diatur oleh Peraturan Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.

            Terjadinya epidemi penyakit ini telah dilaporkan sejak tahun 1921. Pada tahun 1983 , WHO melaporkan 92000 kasus difter pernafasan yang terjadi di Asia , Afrika , Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada Tahun 1998 , telah dilaporkan sebanyak 200.000 kasus di daerah bekas negara Rusia dan 5000 kasus diantaranya meninggal dunia.

Difteri disebut sebagai kriteria KLB karena difteri merupakan penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal sehingga termasuk oenyakit langja yeng terjadi di suatu daerah tersebut. Terjangkitnya Difteri di suatu daerah dapat dikatakan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa). Sebagai Contoh adalah KLB Difteri di Boyolali. Hal ini karena difteri tergolong langka, dan mulai diwaspadai menyusul dirawatnya seorang balita di RS Pandan Arang Boyolali karena diduga terjangkit virus mematikan yang konon lebih ganas dari avian influenza (AI) atau flu burung. Hasil diagnosis dokter, pasien yang masih balita itu ‘suspect difteri’. Hal ini tampak selain gejala yang ditimbulkan panas tinggi, di bagian rongga mulut ditemukan bercak putih dan tenggorokan terasa sakit jika menelan makanan.

Kriteria lain adalah terjadi peningkatan kejadian penyakit terus – menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut. Sebagai contoh seperti di Kalimantan Timur, dinyatakan sebagai KLB Difteri karena pada tiga daerah di Kalimantan Timur muncul kasus difteri sejak Januari 2010  hingga April 2010 dimana kasus teringgi terjadi pada bulan April. Ditemukan 54 kasus gejala, walaupun ditemukan tahap carrier tapi 29 diantaranya termasuk kasus positif dan 3 orang diantaranya meninggal dunia. Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, M Syiafak Hanung di Samarinda, Selasa (11/5/2010), “ Sesuai ketentuan jika ada satu daerah terserang difteri, maka daerah tersebut ditetapkan sebagai KLB. Kasus KLB Difteri di Kalimantan Timur meliputi Kota Smarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara”.

Epidemiologi DIFTERI Part I

Perjalanan Alamiah Penyakit


 DIFTERI






Prepatogenesis

Penyakit difteri tersebar diseluruh dunia, terutama di negara miskin, yang penduduknya tinggal pada tempat-tempat pemukiman yang rapat, higiene dan sanitasi jelek, dan fasilitas kesehatan yang kurang.
Orang-orang yang beresiko tinggi terkena penyakit difteri adalah : 1) tidak dapat imunisasi atau imunisasinya tidak lengkap; 2) immonucopromised, seperti sosial ekonomi yang rendah, populasi anak jalanan, pemakai obat imunosupresif, penderita HIV, diabetis militus, pecandu alkohol dan narkotika; 3) tinggal pada tempat-tempat yang padat seperti rumsh tahanan (penjara), rumah penampungan; 4) Sedang melakukan perjalanan (travel) ke daerahdaerah yang sebelumnya merupakan endemik difteri.


Inkubasi

Manusia merupakan satu-satunya resevoir dari infeksi difteri Basil C.Dyphtheriae penyebab difteri akan menginfeksi saluran nafas. Masa inkubasi difteri pada umunya 2-5 hari (range 10 hari). Pada difteri kutan adalah 7 hari sesudah infeksi primer pada kulit.


Penyakit Dini

Tanda pertama pada penyait difteri biasanya seperti sakit tenggorokan , demam dan gejala yang menyerupai pilek biasa. Saat C. Dyphtheriae masuk ke dalam hidung atau mulut, basil tumbuh dan berkembang pada mukosa saluran nafas bagian atas terutama daerah tonsil, faring ,laring ,kadang-kadang di kulit, konjungtiva atau genital. Basil ini kemudian  mengeluarkan toxin atau racun , yang diabsorpsi melewati membran sel mukosa, yang menyebabkan terjadinya peradangan dan destruksi sel epitel. Kemudian penetrasi dan inerferensi dengan sintesa protein bersama –sama dengan sel kuman mengeluarkan suatu enzim penghancur terhadap Nicotinamide Adenine Dinucleutide (NAD) dengan membentuk formasi sehingga transferase adenosine difosforilase tidak aktif. Sintesa protein terputus karena enzin dibutuhkan untuk memindahkan asam amino dari RNA dengan memperpanjang rantai polipeptide , akibatnya terjadi nekrosis jaringan. Pada daerah nekrosis ini terbentuk fibrin, kemudian diinfiltrasi oleh sel lekosit, keadaan ini yang menyebabkan terbentuk eksudat yang mula-mula masih dapat terkelupas.


Penyakit Lanjut

Pada keadaan lebih lanjut, toksin yang diproduksi oleh basil ini semakin meningkat, menyebabkan daerah nekrosis semakin bertambah luas dan bertambah dalam, sehingga menimbulakan terbentuknya fibrous exudate (membran palsu) yang terdiri atas jaringan nekrotik, fibrin, sel epitel, sel leukosit, dan eritrosit, berwarna abu-abu sampai hitam. Membran ini sukar terkelupas, kalau dipaksa lepas akan menimbulkan perdarahan. Membran ini terbentuk pada tonsil.faring,laring, dan pada keadaan berat bisa mengelupas sampain ke trakea, kadang-kadang bronkus, kemudian diikuti edema soft tissue di bawah mukosanya. Keadaan ini dapat menimbulkan obstruksi saluran pernafasan sehingga perlu tindakan segera.




Akhir Penyakit

Akhir dari penyakit berbeda-beda tergantung jenis difterinya. Pada Difteri tonsil dan faring, di kasus ringan membran akan menghilang antara 7-10 hari dan penderita tampak sehat ; pada kasus sangat berat ditandai dengan gejala-gejala toksemia berupa lemah, pucat, nadi cepat dan kecil, stupor, koma dan meninggal dalam 6-10 hari; pada kasus sedang,penyembuhannya lambat disertai komplikasi seperti miokarditis dan neuritis.
 Pada Difteri Laring kasus ringan dengan diberikanantitoksin, gejala obstruksi akan hilang dan membran hilang dalam 6-10 hari. Pada kasus berat terjadi penyumbatan yang diikuti dengan anoksemia yang ditandai gelisah, sianosis, lemah, koma, dan meninggal.dapat menimbulkan sumbatan aliran pernafasan sehingga dapat menyebabkan kematian.



Cara Penularan





Pembawa kuman ini adalah manusia sendiri dan amat sensitif pada faktor-faktor alam sekitar seperti kekeringan, kepanasan dan sinar matahari. Virus difteri bisa muncul dari anak yang tidak diimunisasi sejak kecil. Difteri disebarkan dari kulit, saluran pernapasan dan sentuhan dengan penderita difteri itu sendiri atau  dapat melalui udara yang tercemar oleh carrier difteri. Basil ini ditularkan melalui kontak langsung dari percikan ludah batuk , bersin , atau berbicara dengan penderita. Dapat pula  tertular tidak dengan kontak langsung tapi melalui debu , baju , buku , mainan , benda atau makanan yang telah terkontaminasi oleh basil. Kontak tidak langsung ini dapat terjadi karena basil ini cukup resisten terhadap udara panas , dingin , kering , dan than hidup pada debu , mutah selama 6 bulan. 







DIFTERI part II



Macam-Macam DIFTERI


Difteri dapat menyerang beberapa bagian seperti difteri tonsil dan faring, difteri laringDapat pula terjadi diluar saluran nafas seperti , difteri kulit, difteri konjungtiva, difteri telinga, difteri vulvovaginal. Tanda dan gejalanya seperti berikut,



Difteri tonsil dan faring
            Jenis ini biasanya disertai dengan penyerapan toksin secraa sistemik. Gejala pertama berupa lesu, sakit menelan, anoreksia, demam yang tidak begitu tinggi tapi pasien terlihat toksik. Ditandai dengan adanyaadenitis/periadenitis cervikal,kasus yang berat ditandai dengan bullneck (limfadenitis disertai edema jaringan lunak leher). Suhu dapat normal atau sedikit meningkat tetapi nadi biasanya cepat.

Difteri Hidung
            Kira-kira kasus difteri dan gejalanya paling ringan. Biasanya ditandai oleh adanya sekret hidung dan tidak khas. Sekret ini biasanya menempel pada septum nasi, absoprsi toksin ini biasanya mudah menghilang dengan pemberian antitoksin, bila tidak diobati maka toksin akan berlangsung berminggu-minggu dan merupakan sumber utama penularan. Bentuk penyakit ini paling sering ditemukan pada bayi

Difteri Laring
Kebanyakan merupakan penjalaran dari difteri laring, tetapi kadang-kadang berdiri sendiri. Pada jenis ini ditemukan perluasan pembentukan membran dari faring ke dalam laring. Gejala yang ditemukan adalah sura parau, batuk-batuk hebat dan membran biasanya menimbulkan sumbatan aliran pernafasan.

Difteri Kulit
            Pada jenis ini paling sering terjadi pada orang-orang yang ridak tinggal di rumah (gelandangan). Pada pemeriksaan fisik ditemukan keadaan umum secara toksik, suhu 38ยบC, kesulitan bernafas, takikardi dan pucat. Pada pemeriksaan mukosa ditemukan pseudomembran pada palatum,faring, epiglotis, laring, trakea, sampai kepada daerah trakeobronkus (tergantung penyakitnya).

Difteri Konjungtiva
            Mengenai konjungtiva palpebra yang ditandai edema dan adanya membran di konjungtiva palpebra.
Difteri Telinga
            Ditandai dengan adanya cairan mukopurulen yang peristen
Difteri Vulvovaginal
            Ditandai dengan adanya ulkus dengan batas jelas

DIFTERI

Pengertian Difteri




Difteri adalah suatu penyakit yang dikarenakan infeksi akut yang terjadi secara lokal pada mukosa saluran pernafasan atau kulit, yang dikarenakan terjangkit basil gram positif penghasil racun yaitu Corynebacterium diphtheriae (C. diphtheriae). Difteri berasal dari bahasa Yunani yang berarti kulit. Penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh seorang dokter dari Prancis yang bernama Arman Trousseau pada tahun 1855. Difteri termasuk penyakit menular.  Ditandai oleh terbentuknya eksudat yang berbentuk membran pada tempat infeksi, dan diikuti oleh gejala-gejala umum yang sistemik dan efek sistemik yang ditimbulkan oleh eksotoksin yang diproduksi oleh basil ini. Infeksi biasanya terdapat pada faring, laring, hidung dan kadang pada kulit,konjungtiva, genitalian dan telinga.  

Penyebab Penyakit

Penyebab penyakit difteri ini adalah basil Corynebacterium diphtheriae. Basil ini disebut juga basil Klebs-Loffler karena ditemukan pertama kalinya tahun 1884 oleh basilologist dari Jerman yaitu Edwin Klebs dan Friedrich Loffler . Basil ini termasuk jenis batang garam positif , pleomorfik , tersusun berpasangan (palisade)  tidak bergerak , tidak membentuk spora (kapsul) , aerobik dan dapat memproduksi eksotoksin. Bentuknya seperti pali (pembesaran pada salah satu ujungnua) , diameternya 0,11 mm dan panjangnya beberapa mm. Basil ini tumbuh pada medium tertentu , seperti medium loeffler , medium tellurite , medium fermen glukosa , tindale agar. Pada medium Loffler basil ini tumbuh dengan cepat membentuk koloni-koloni kecil, granular , berwarna hitam dan dilingkari warna abu-abu coklat. Basil ini paling sering dijumpai pada medium yang mengandung penghambat tertentu , yang memperlambat pertumbuhan mikroorganisme lain (medium tellurite). Pada media tellurite C.Dyptheriae yang dpat memproduksi eksotoksin , dibedakan menjadi 3 : koloni mitis , yang bentuk koloninya kecil , halus , warna hitam, konveks dan dapat menyebabkan terjadinya hemolisis eritrosit ; koloni gravis , kolninya besar , kasar ireguler , berwarna abu-abu dan dan tidak menimbulkan hemolisis ada eritrosit ; koloni intermediate , koloninya kecil , halus , mempunyai bintik kecil ditengahnya dan dapat menimbulakan hemolisis eritrosit. C,Dyptheriae adalah mikroorganisme yang tidak invasif , hanya menyerang bagian superfisial dari saluran pernafasan dan kulit yang menyebabkan terjadinya peradangan lokal dan diikuti nekrosis jaringan.Lebih sering menyerang anak-anak. Basil ini biasanya menyerang bagian saluran pernafasan terutama laring , amandel dan tenggorokan. Tapi tak jarang, racub juga dapat menyerang kulit dan bahkan menyebabkan kerusakan saraf dan jantung.

Tanda dan Gejala

. Tanda-tanda yang dapat dirasakan ialah sakit tekak dan demam secara tiba-tiba disertai tumbuhnya membran kelabu yang menutupi tonsil serta bagian saluran pernapasan. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher sering terjadi.
Secara umum gejala mulai timbul dalam waktu 1-4 hari seteah terinfeksi. Gejala awal yang ditimbulkan 1) demam dan panas tinggi sekitar 38ยบC, 2) mual-mual dan mutah, 3) Terbentuk selaput atau membran yang tebal,berbintik, berwarna hijau kecoklatan atau keabu-abuan di kerngkongan sehingga sukar sekali untuk menelan dan tersa sakit , 4) tenggorokan terasa sakit jika menelan makanan, batuk keras, dan suara parau, 5) denyut jantungnya cepat, 6) Rinorea, berlendir kadang bercampur darah, 7) bila difteri bertambah parah, tenggorokan menjadi bengakak sehingga menyebabkan penderita sesak nafas, bahkan yang lebih emmbahayakan lagi, dapat pula menutup sama sekali jalan nafas, 8) kelenjar akan membesar dan nyeri di sekita leher, 9) kadang-kadang telinga menjadi terasa sakit akibat peradangan, 10) dapat pula menyebabkan radang pembungkus jantung sehingga penderita dapat meni ggal secara mendadak.
Pada serangan difteri akan ditemukan pseudomembran, yaitu lapisan selaput yang terdiri dari sel darah putih yang mati , basil , dan bahan lainnya. Membran in tidak mudah robek dan berwarna abu-abu. Jika membran dilepas secara paksa , maka membran di bawahnya akan berdarah. Membran ini enyebab penyempitan saluran udara atau secra tiba-tiba dapat terlepas dan menyumbat saluran udara , sehingga penderita mengalami kesulitan bernafas. Berdasarkan gejala dan ditemukannya membran inilah diagnosis ditegakan.
Menurut tingkat keparahannya , difteri dibagi menjadi 3 tingkat : 1) infeksi ringan, dengan karkateristik apabila pseudomembrane hanya terdapat pada mukosa hidung dengan gejala hanya pilek dan nyeri pada waktu menelan ; 2) infeksi sedang, dengan karakteristik apabila pseudomembrane telah menyerang sampai faring dan laring sehingga keadaan pasien terlihat lesu dan agak sesak ; 3) infeksi berat, dengan karakteristik apabila terjadi sumbatan nafas yang berat dan adanya gejala-gejala yang ditimbulkan oleh eksotoksin seperti miokarditis , paralsi dan nefritis.

Kamis, 07 April 2011

SUSU KEDELAI TERNYATA LEBIH DIBANDING SUSU SAPI

Kacang kedelai sudah dikenal dan dijadikan sebagai sumber protein sejak lama. Kacang kedelai terkenal dengan nilai gizinya yang kaya. Didalam kacang kedelai terdapat protein lengkap dan merupakan salah satu makanan yang mengandung 8 asam amino penting dan diperlukan oleh tubuh manusia.
Tidak seperti makanan lainnya yang mengandung lemak jenuh dan tidak dapat dicerna yang terdapat pada sebagian besar makanan hewan, kacang kedelai tidak mengandung kolesterol, mempunyai rasio kalori yang rendah dibandingkan protein dan bertindak sebagai makanan yang tidak menggemukkan bagi penderita obesitas. Kacang kedelai juga mengandung kalsium, besi, potassium, dan phosphorus. Kacang kedelai juga kaya akan vitamin B kompleks dan merupakan salah satu yang mengandung protein tinggi, Makanan berkalsium tinggi yang ada dipasaran, kacang kedelai juga unik karena bebes dari racub kimia. Sedangkan tissue lemak hewan diketahui mengandung 20 kali lipat baja berat, racun serangga, dan racun tanaman dibandingkan yang terdapat pada tanaman kacang-kacangan.
Bahan yang terkandung di dalam kedelai dapat mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan kolesterol yang menjadi pemicu utama serangan jantung dan stroke. Kacang kedelai mengandung isoplavones yang struktur dan fungsinya sama dengan hormone oestrogen didalam tubuh manusia. Wanita yang menkonsumsi kacang kedelai akan terkurangi terhadap resiko kanker payudara. Di Jepang isoplavones juga sangat dikenal untuk mengurangi resiko kanker prostat.

SUSU SAPI vs SUSU KEDELAI



SUSU SAPI :
- Mengandung kolesterol
- Mengandung protein kurang dari yang terdapat dalam telur, daging, ikan dan keju.
- Diduga mengandung cukup kalsium. Menyediakan kalsium, tetapi dapat mencegah kehinganan kalsium atau tidak cukup mencegah osteoporosis secara maksimal.
- Cocok untuk anak-anak dan bayi normal.
- Tidak mengandung isoplavones
- Tidak mengandung phytoestrogen
- Tidak mengandung lesitin
- Tidak mengandung saponin yang hanya terdapat pada diet vegetarian





SUSU KEDELAI:

- Tidak mengandung kolesterol

- Mengandung protein 11 kali lebih tinggi, lebih banyak 3 kali disbanding telur dan 1 ½ keju.

- Mengandung protein sayuran/ nabati; protein nabati yang sangat lengkap sangat 

,diperlukan oleh tubuh.

- Mengandung kalsium 3 kali lipat. Mengandung kalsium yang lebih tinggi dan 

mempertahankan kadar kalsium untuk mencegah pengeroposan tulang/ osteoporosis.

- Cocok untuk anak-anak dan bayi normal juga bagi mereka yang tidak cocok/ alergi 

dengan susu sapi

- Mengandung isoplavones

- Mengandung phytoestrogen alami

- Mengandung lesitin

- Mengandung saponin

Manfaat zat yang terdapat pada kedelai :

1. Protein tumbuhan; kacang kedelai mengandung protein sebanyak 38%, karbohidrat 15%, vitamin B dan D, dan juga mineral.
Protein didalam tubuh berfungsi sebagai zat yang negatur metabolism, dan memperbaiki sel tubh yang rusak. Pada anak-anak protein juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan otak dan perkembangan tubuhnya.


2. Isoplavones; sejenis phytonutrien yang strukturnya sama dengan strukyut estrogen
Bermanfaat untuk :
o Melawan kanker terutama kanker prostat, payudara, uterus, dan usus
o Mengurangi kolesterol
o Meningkatkan HDL dan mengurangi LDL
o Mengurangi gejala menopause

3. Bahan mineral; Kalsium, Magnesium, zat besi, Potasium, Fosforus, selenium, dan zink
Kalsium membantu kita meningkatkan kekuatan tulang serta dapat mencegah osteoporosis. Sedangkan selenium sebagai antioksidant dapat membantu mengoksidasi lemak dalam tubuh.

4. Lesitin; berguna untuk
o Menurunkan LDL
o Mengurangi resiko serangan jantung dan tekanan darah tinggi
o Menguatkan sel tubuh
o Membantu perkembangan sel otak
5. Saponin;
Zat ini berfungsi mengurangi pengumpulan radikal bebas yang menyebabkan resiko kanker.

.
Apakah anda berminat beralih ke susu kedelai......????
Silahkan dicoba....
.
Salam waras ala Redcampred

Senin, 14 Maret 2011

Pengaruh DM a.k.a Diabetis Militus Pada Glaukoma

Topik Pada pembahasan DM Kali ini adalah Penderita diabetis Militus beresiko mengalami kebutaan akibat retinophaty diabetic atau rusaknya saraf retina, dan dapat berakhir pada kebutaan. Hal ini terjadi pada orang sudah 10 hingga 15 tahun menderita Diabetis Militus.  


Orang yang menderita Diabetis Militus atau sering disebut penyakit kencing manis,biasanya memiliki pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah sehingga dapat menyebabkan kebocoran. Pembuluh darah seperti selang, tempat mengalirnya nutrisi dan sari-sari makanan bagi tubuh manusia. Jika penderita diabetis militus juga merupakan perokok, ini dapat menambah resiko. Asap rokok dapat masuk ke dalam tubuh dan ikut dalam aliran pembuluh darah, sehingga darah yang tadinya kaya akan nutrisi juga akan kaya akan zat-zat bahaya dalam kandungan asap rokok.Makanya jangan jadi perokok Aktif!Selain membawa efek buruk bagi perokok pasif juga umur anda akan berkurang 40 jam untuk sebatang rokok!!

Penyakit mata lain yang beresiko dialami penderita Diabetis Militus adalah Glaukoma. Bagi penderita Diabetis Militus, glaukoma merupakan kelanjutan dari retinophaty, dimana terjadi penyempitan saluran cairan pada mata karena pembuluh darah akibat retinophaty.

Glaukoma itu sendiri adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena tingginya tekanan bola mata , bola mata akan membesar dan saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat, sehingga  menyebabkan rusaknya saraf optik yang membentuk bagian-bagian retina retina dibelakang bola mata. Saraf optik menyambung jaringan-jaringan penerima cahaya (retina) dengan bagian dari otak yang memproses informasi penglihatan. Akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Untuk glaukoma ini selain dipengaruhi oleh penyakit diabetis juga karena pemakaian obat-obatan yang mengandung steroid secara berlebihan. Unsur steroid tersebut sebagai  misal seperti Deksametason dan turunannya yang tergolong glukokortikoid. Jika anda menggunakan obat-obatan tetes mata yang sebagai misal kandungan di dalamnya terdapat unsur steroid, selama 2 bulan berturut-turut saja , karena dapat memicu terjadi glaukoma , jadi segeralah siap siaga memeriksakan mata anda ke dokter mata. Tapi jika pemakaian obat secara rutin ini dihentikan , efeknya juga akan mereda. Yang dapat mempengaruhi terjadinya glaukoma ,hanyalah obat-obtan steroid seperti tetes mata. Untuk obat-obatan steroid kapsul dan lainnya, efek negatifnya mempengaruhi organ atau sistem selain mata.

Glaukoma adalah penyakit yang bersifat permanen. Bila terjadi galukoma kronik , bisa menyebabkan kebutaan. Ini bukan menakut-nakuti, oleh karena itu segeralah lakukan terapi dan pemeriksaan sejak dini, karena memeriksakan mata secara rutin bagi penderita glaukoma dibutuhkan seumur hidup, untuk mengontrol tekanan pada bola mata.

Pesan Red Campred buat anda semua nie ya....
Baik diabetis militus dan glaukoma,keduanya merupakan penyakit turunan. Jadi kalau anda atau orang tua anda atau kakak anda, adik anda menderita dua penyakit ini, segeralah periksakan diri untuk antisipasi kalau-kalau anda mewarisi bakat untuk terkena Diabetis Militus atau juga Gluakoma.

Untuk penyakit Diabetis ini merupakan penyakit yang sifatnya sistemik, walaupun penyebab utamnya adalah gangguan metabolisme karbohidrat, jadi maksudnya sistemik itu gak Cuma terjadi patologis pada bagian yang berhubungan dengan diabetis aja,tapi bisa terjadi komplikasi besar dan kecil. Jadi Jika diketahui lebih dini, dapat dilakukan tindakan lebih dini pula. Tetap pada prinsip mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Ingat!! Yang terpenting juga perbaiki gaya hidup dari pola makan anda, lakukan exercise secara rutin untuk mengurangi dan mencegah resiko diabetis militus.


" Redbat redbat redbat"
Red Campred menulis ini tanpa referensi yang memadai karena ini merupakan hasil interaktif dengan dokter spesialis mata  waktu ada acara di radio lokal, semoga dapat menambah pengetahuan bagi semua klan,,,,,
.

SALAM SEHAT by RED CAMPRED
.